shercat – Bayangkan sedang berjalan di sebuah hutan pegunungan yang dingin di kawasan Himalaya. Kabut tipis menggantung di antara pepohonan, batang-batang pohon ditumbuhi lumut, dan rumpun bambu memenuhi lantai hutan. Di salah satu cabang yang cukup tinggi, tiba-tiba terlihat sesuatu berwarna merah kecokelatan sedang berjalan perlahan.
Sekilas bentuknya seperti perpaduan antara rubah, rakun, dan kucing. Tubuhnya kecil, wajahnya putih dengan corak kemerahan, sementara ekornya panjang, tebal, dan memiliki pola cincin. Hewan itu kemudian berhenti, duduk santai di cabang, lalu mulai mengunyah daun bambu.
Kenalin, inilah panda merah, salah satu mamalia paling unik yang hidup di kawasan pegunungan Asia.
Popularitasnya memang masih kalah jauh dibandingkan giant panda atau panda raksasa. Kalau seseorang menyebut kata “panda”, bayangan pertama yang muncul biasanya beruang hitam-putih dari China. Padahal, panda merah punya sejarah, karakteristik, dan jalur evolusi yang sangat berbeda.
Bahkan ada satu fakta yang cukup mind-blowing: panda merah sudah mendapatkan nama ilmiahnya lebih dulu dibandingkan panda raksasa.
Sayangnya, kehidupan mereka di alam liar sedang menghadapi masalah serius. Di balik berbagai video panda merah yang terlihat lucu di internet, populasi satwa ini menghadapi tekanan akibat berkurangnya habitat, fragmentasi hutan, aktivitas manusia, hingga berbagai ancaman lainnya.
Jadi, sebenarnya panda merah itu hewan apa? Kenapa disebut panda kalau bukan beruang? Apa makanannya? Di mana mereka hidup? Dan mengapa keberadaan mereka semakin mengkhawatirkan?
Mari masuk lebih jauh ke hutan tempat mereka hidup.
Apa Itu Panda Merah?
Panda merah adalah mamalia kecil penghuni hutan pegunungan Asia yang memiliki nama ilmiah Ailurus fulgens. Hewan ini merupakan satu-satunya anggota keluarga Ailuridae yang masih hidup hingga sekarang.
Secara taksonomi, panda merah termasuk kelas Mammalia dan ordo Carnivora. Namun, jangan langsung membayangkan predator yang sibuk mengejar mangsa.
Kenyataannya justru cukup unik.
Walaupun secara evolusi masuk kelompok Carnivora, sebagian besar makanan panda merah adalah tumbuhan, terutama bambu. Smithsonian’s National Zoo menyebut bambu dapat membentuk sekitar 95 persen dari pola makan panda merah.
Mereka sangat selektif ketika makan bambu. Panda merah biasanya memilih bagian daun yang bergizi serta tunas muda yang lebih lembut dibandingkan batang bambu yang keras.
Selain bambu, mereka dapat memakan akar, rerumputan, buah, serangga, dan larva. Dalam kondisi tertentu, panda merah juga diketahui dapat memakan burung atau mamalia kecil.
Tubuh panda merah juga tidak sebesar yang mungkin dibayangkan dari namanya. Panda merah dewasa memiliki panjang tubuh sekitar 56 hingga 62,5 sentimeter, belum termasuk ekornya yang bisa mencapai sekitar 37 hingga 47,2 sentimeter.
Bobot tubuhnya kurang lebih berada di kisaran 3,6 hingga 7,7 kilogram.
Jadi, secara ukuran mereka hanya sedikit lebih besar dibandingkan kucing rumahan.
Panda Merah Bukan Panda Raksasa Versi Mini
Ini mungkin menjadi salah satu kesalahpahaman paling umum mengenai panda merah.
Karena sama-sama memiliki kata “panda”, mudah untuk menganggap panda merah sebagai kerabat dekat panda raksasa. Apalagi keduanya sama-sama terkenal sebagai pemakan bambu.
Namun hubungan keduanya sebenarnya tidak sedekat itu.
Panda raksasa masuk dalam keluarga Ursidae, keluarga yang mencakup beruang. Sementara itu, panda merah menjadi satu-satunya anggota keluarga Ailuridae yang masih bertahan.
Smithsonian menjelaskan bahwa penelitian mengenai sejarah evolusi panda merah menunjukkan hewan ini merupakan bagian dari garis keturunan carnivora kuno. Kerabat evolusionernya lebih dekat dengan kelompok seperti rakun, sigung, dan musang dibandingkan panda raksasa.
Menariknya lagi, panda merah justru mendapatkan nama “panda” terlebih dahulu.
Panda Merah Datang Lebih Dulu
Panda merah secara ilmiah dideskripsikan pada tahun 1825 dan diberikan nama Ailurus fulgens.
Panda raksasa baru dideskripsikan kemudian.
Nama panda sendiri diyakini berhubungan dengan kata Nepal “ponya”, yang dikaitkan dengan hewan pemakan bambu atau tumbuhan.
Karena itu, ada sedikit ironi dalam sejarahnya. Panda raksasa sekarang menjadi jauh lebih populer secara global, tetapi panda merah sebenarnya sudah lebih dulu dikenal menggunakan nama panda.
Kalau dibuat analogi sederhana, panda merah adalah artis indie yang sudah manggung sejak lama sebelum nama “panda” menjadi mainstream.
Seperti Apa Bentuk Panda Merah?
Kalau melihat panda merah untuk pertama kali, mungkin agak sulit menentukan hewan ini sebenarnya mirip apa.
Wajahnya sedikit menyerupai rakun. Warna tubuhnya seperti rubah. Ukurannya mendekati kucing. Sementara kebiasaannya memanjat pohon terkadang membuatnya terlihat seperti mamalia arboreal lainnya.
Namun justru kombinasi tersebut yang membuat panda merah mudah dikenali.
Bagian atas tubuhnya didominasi warna merah kecokelatan, sedangkan bagian perut dan kaki cenderung lebih gelap atau hitam. Wajahnya memiliki pola putih yang kontras dengan warna kemerahan di sekitar mata.
Smithsonian menjelaskan bahwa warna bulu kemerahan tersebut kemungkinan memberikan keuntungan kamuflase di habitatnya. Cabang pepohonan di hutan tempat panda merah hidup dapat ditumbuhi lumut berwarna merah kecokelatan serta lumut kerak berwarna terang.
Dengan kata lain, warna yang terlihat mencolok bagi manusia justru dapat membantu mereka menyatu dengan lingkungan.
Ekornya Bukan Sekadar Aksesori
Salah satu bagian tubuh paling ikonik dari panda merah adalah ekornya.
Ekornya panjang, sangat berbulu, dan memiliki pola cincin dengan warna kemerahan serta lebih pucat secara bergantian.
Tetapi ekor tersebut bukan sekadar bagian yang membuat penampilannya semakin menggemaskan.
Ketika bergerak di atas pohon, panda merah menggunakan ekornya untuk membantu menjaga keseimbangan. Bayangkan berjalan di atas cabang sempit beberapa meter dari permukaan tanah. Sedikit kehilangan keseimbangan saja bisa menjadi masalah besar.
Ekornya berfungsi layaknya alat penyeimbang alami.
Ketika suhu turun, fungsi lainnya muncul. Panda merah dapat melingkarkan ekor tebal tersebut ke tubuhnya untuk membantu mempertahankan kehangatan.
Jadi, satu bagian tubuh bisa menjadi alat keseimbangan sekaligus semacam “selimut portable”.
Di Mana Habitat Panda Merah?
Kalau ingin menemukan panda merah di alam liar, jangan mencarinya di hutan tropis dataran rendah.
Rumah mereka berada jauh lebih tinggi.
Panda merah hidup di kawasan hutan beriklim sedang pada ketinggian tinggi di Himalaya dan pegunungan Asia lainnya. Persebarannya mencakup beberapa wilayah di Nepal, India, Bhutan, Myanmar bagian utara, Tibet, serta provinsi Sichuan dan Yunnan di China.
WWF menyebut panda merah dapat ditemukan di Himalaya Timur, termasuk wilayah China, Nepal, dan Bhutan.
Habitat idealnya bukan hanya sekadar hutan.
Panda merah membutuhkan kombinasi pepohonan yang menyediakan tempat berlindung sekaligus tumbuhan bambu sebagai sumber makanan utama.
Kondisi ini membuat keberadaan hutan menjadi sangat penting bagi kelangsungan hidup mereka.
Kehidupan di Atas Pohon
Kalau ada satu kemampuan yang benar-benar dikuasai panda merah, jawabannya adalah memanjat.
Sebagian besar aktivitasnya dilakukan di pepohonan. Mereka bisa berjalan di sepanjang cabang, beristirahat di atas pohon, bersembunyi dari ancaman, hingga mencari tempat aman.
Cakar mereka bersifat semi-retractable dan membantu ketika bergerak dari satu cabang ke cabang lainnya.
Tubuhnya juga sudah beradaptasi dengan gaya hidup arboreal tersebut.
Kaki yang kuat, cakar tajam, serta ekor panjang memberikan kombinasi yang membuat panda merah sangat nyaman berada di atas pohon.
Bagi manusia, berjalan di atas cabang mungkin terdengar seperti tantangan ekstrem. Bagi panda merah, itu cuma hari biasa.
Apa Makanan Panda Merah?
Kalau panda merah punya menu favorit, bambu hampir pasti berada di posisi pertama.
Sekitar 95 persen makanan panda merah menurut Smithsonian terdiri dari bambu. Mereka terutama mencari bagian daun yang memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi serta tunas bambu yang masih muda.
Masalahnya, bambu bukan makanan dengan kepadatan energi yang sangat tinggi.
Artinya, panda merah harus menjalani kehidupan dengan strategi penghematan energi yang cukup ketat.
Mereka makan, beristirahat, lalu makan lagi.
Aktivitas yang tidak terlalu diperlukan cenderung diminimalkan karena setiap kalori sangat berarti.
Ini juga menjelaskan mengapa panda merah sering terlihat santai atau tidur di atas pohon. Bukan karena mereka sedang malas dalam pengertian manusia. Strategi tersebut merupakan bagian dari cara bertahan hidup dengan sumber makanan yang relatif rendah energi.
Mereka Punya “Jempol Palsu”
Ada satu adaptasi yang membuat proses makan bambu menjadi lebih mudah.
Panda merah memiliki struktur seperti ibu jari yang sering disebut pseudo-thumb atau “jempol palsu”.
Struktur tersebut sebenarnya berasal dari tulang pergelangan tangan yang mengalami modifikasi. Fungsinya membantu panda merah memegang batang atau daun ketika makan.
Menariknya, panda raksasa juga memiliki adaptasi serupa.
Padahal keduanya bukan kerabat dekat.
Ini menjadi contoh menarik bagaimana dua hewan yang menghadapi kebutuhan ekologis mirip dapat mengembangkan adaptasi yang memiliki fungsi serupa.
Bagaimana Perilaku Panda Merah di Alam?
Wajahnya memang terlihat ramah, tetapi jangan berharap menemukan sekumpulan panda merah sedang nongkrong bersama di satu pohon.
Mereka pada dasarnya merupakan hewan soliter.
Sebagian besar kehidupan panda merah dewasa dijalani sendiri. Interaksi dengan individu lain biasanya meningkat ketika musim kawin tiba atau ketika induk betina sedang merawat anak.
Dalam aktivitas sehari-hari, mereka juga cenderung lebih aktif ketika suhu relatif sejuk.
Smithsonian mencatat bahwa dalam perawatan manusia, panda merah terutama bersifat crepuscular, yaitu lebih aktif ketika fajar dan senja.
Pola tersebut masuk akal untuk hewan berbulu tebal yang terbiasa hidup di lingkungan pegunungan dingin.
Ketika udara menjadi lebih hangat, panda merah dapat terlihat meregangkan tubuh di atas cabang untuk membantu melepaskan panas.
Sebaliknya, ketika suhu sangat dingin, mereka dapat menggulung tubuh menjadi posisi rapat untuk mempertahankan panas.
Apakah Panda Merah Bisa Bersuara?
Jangan tertipu oleh penampilannya yang terlihat kalem.
Panda merah memang relatif tenang, tetapi bukan berarti mereka sepenuhnya diam.
Mereka dapat menghasilkan beberapa jenis vokalisasi, mulai dari suara mencicit, twitter, desisan, dengusan hingga suara yang oleh Smithsonian digambarkan sebagai “huff-quack”.
Anak panda merah juga dapat mengeluarkan suara bernada tinggi ketika mengalami tekanan atau membutuhkan perhatian induknya.
Selain suara, komunikasi juga dilakukan melalui aroma.
Seperti banyak mamalia lainnya, panda merah menggunakan penandaan aroma untuk menyampaikan informasi mengenai keberadaan dan wilayah mereka.
Jadi meskipun jarang bertemu langsung, bukan berarti mereka tidak “berkomunikasi” dengan panda merah lain.
Panda Merah dan Cuaca Dingin
Bulu tebal panda merah bukan sekadar estetika.
Habitat pegunungan tempat mereka hidup dapat mengalami temperatur rendah, angin, dan salju. Karena itu, tubuh mereka memiliki sejumlah adaptasi untuk menghadapi kondisi tersebut.
Lapisan bulunya terdiri atas bagian bawah yang lembut dan padat serta rambut pelindung yang lebih panjang di bagian luar.
Ekornya yang sangat berbulu juga membantu memberikan perlindungan tambahan ketika cuaca dingin.
Saat beristirahat, panda merah dapat menggulung tubuh dan menggunakan ekor tersebut untuk menutupi bagian tubuhnya.
Karena adaptasi itulah panda merah justru terlihat sangat nyaman berada di lingkungan bersalju.
Apakah Panda Merah Bisa Dipelihara?
Setelah melihat beberapa video panda merah berdiri dengan dua kaki, berguling di salju, atau memegang makanan menggunakan kedua tangannya, pertanyaan ini hampir selalu muncul.
“Kalau dipelihara di rumah bisa nggak?”
Jawabannya: tidak.
Panda merah merupakan satwa liar dengan kebutuhan lingkungan, makanan, ruang, dan perawatan yang sangat spesifik.
Mereka juga memiliki gigi serta cakar tajam. Ketika merasa terancam, panda merah tetap bisa mempertahankan diri.
Lebih penting lagi, panda merah merupakan spesies terancam punah dan perdagangan ilegal satwa tersebut menjadi bagian dari ancaman konservasi.
Menganggap panda merah sebagai hewan peliharaan karena penampilannya lucu justru mengabaikan kebutuhan biologis dan ekologisnya.
Cara terbaik menikmati keberadaan mereka adalah melihatnya melalui dokumentasi alam, program konservasi, atau fasilitas zoologi kredibel yang menjalankan standar kesejahteraan serta program konservasi.
Mengapa Panda Merah Terancam Punah?
Di sinilah cerita tentang panda merah berubah menjadi jauh lebih serius.
WWF saat ini mencantumkan panda merah dengan status Endangered atau terancam punah dan memperkirakan populasinya sekitar 10.000 individu.
Namun memperkirakan jumlah panda merah di alam bukan pekerjaan sederhana.
Habitatnya berada di kawasan pegunungan yang luas dan sulit dijangkau. Mereka juga hidup soliter serta menghabiskan banyak waktu di pepohonan.
Terlepas dari ketidakpastian jumlah individunya, satu persoalan besar terlihat cukup jelas: rumah mereka semakin mendapat tekanan.
Kehilangan Habitat Menjadi Ancaman Besar
Hutan bukan hanya tempat tinggal bagi panda merah.
Hutan adalah paket lengkap kehidupannya.
Pepohonan menyediakan tempat berlindung dan bergerak. Bambu menyediakan makanan. Struktur hutan memberikan perlindungan dari cuaca maupun predator.
Ketika hutan ditebang atau diubah menjadi lahan pertanian dan permukiman, seluruh sistem tersebut ikut terganggu.
Smithsonian mencatat kehilangan habitat berkaitan dengan penebangan, penggembalaan ternak, kebutuhan kayu bakar, ekspansi manusia, dan pertanian.
Masalahnya tidak berhenti ketika luas hutan berkurang.
Fragmentasi juga menjadi ancaman.
Bayangkan sebuah hutan besar yang sebelumnya saling terhubung kemudian terpotong menjadi beberapa bagian kecil oleh jalan, lahan pertanian, atau pembangunan.
Populasi panda merah yang tadinya dapat bergerak lebih luas akhirnya terisolasi.
Dalam jangka panjang, isolasi semacam ini dapat mengurangi pertukaran genetik dan meningkatkan risiko inbreeding.
Ancaman dari Aktivitas Manusia
Masuknya manusia dan ternak ke habitat panda merah membawa efek berantai.
Ternak dapat mengonsumsi atau merusak vegetasi yang menjadi bagian penting habitat. Pembukaan lahan pertanian mengurangi ruang hidup. Sementara anjing domestik dapat menjadi ancaman melalui serangan maupun penularan penyakit tertentu.
Perdagangan ilegal juga pernah menjadi persoalan serius.
Penampilan panda merah yang sangat menarik membuat hewan ini rentan menjadi target perdagangan satwa eksotis. Kulit dan bagian tubuhnya juga pernah diperdagangkan.
Walaupun beberapa bentuk perburuan dan perdagangan dilaporkan mengalami penurunan, tekanan terhadap spesies ini belum benar-benar hilang.
Upaya Menyelamatkan Panda Merah
Kabar baiknya, panda merah tidak menghadapi semua ancaman tersebut sendirian.
Berbagai organisasi konservasi, pemerintah, peneliti, dan komunitas lokal di negara habitatnya terlibat dalam upaya perlindungan.
Pendekatannya tidak cukup hanya dengan melarang perburuan.
Habitat juga harus dilindungi.
WWF, misalnya, menjalankan pemantauan panda merah dan habitatnya di beberapa negara Himalaya serta bekerja bersama komunitas lokal untuk mengurangi tekanan manusia terhadap lingkungan.
Bhutan memberikan contoh menarik.
Survei panda merah nasional pertama negara tersebut pada 2023 menemukan setidaknya 300 individu di hutan dataran tinggi Bhutan. Namun sebagian dari mereka ternyata berada di luar kawasan lindung.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa konservasi tidak bisa hanya bergantung pada taman nasional.
Hutan yang berada dekat desa dan aktivitas masyarakat juga memiliki peran.
Pada 2024, WWF-Bhutan bersama mitranya mulai melakukan revitalisasi kawasan bambu yang menyusut di Wangsingla, Distrik Trashigang. Masyarakat lokal, petani, pelajar, hingga komunitas keagamaan juga dilibatkan dalam peningkatan kesadaran mengenai perlindungan panda merah.
Pendekatan semacam ini penting karena pada akhirnya manusia dan panda merah berbagi lanskap yang sama.
Fakta Panda Merah yang Membuatnya Semakin Menarik
Ada alasan mengapa banyak pecinta satwa langsung jatuh hati setelah mengenal panda merah lebih jauh.
Mereka adalah kombinasi dari berbagai karakteristik yang tidak biasa.
Secara taksonomi termasuk Carnivora, tetapi hampir seluruh menu hariannya adalah bambu. Tubuhnya sedikit lebih besar daripada kucing, tetapi memiliki ekor yang hampir sepanjang tubuhnya sendiri. Mereka memiliki “jempol palsu”, pandai memanjat, nyaman menghadapi salju, dan menjadi satu-satunya anggota keluarga Ailuridae yang masih bertahan.
Bahkan sejarah evolusinya jauh lebih panjang daripada popularitasnya di internet.
Menurut Smithsonian, nenek moyang panda merah pernah hidup di Amerika Utara sekitar lima juta tahun lalu.
Artinya, distribusi kelompok leluhur mereka dahulu jauh lebih luas dibandingkan panda merah modern yang sekarang terkonsentrasi di kawasan Asia.
Ada semacam ironi di sini.
Hewan dengan sejarah evolusi jutaan tahun sekarang menghadapi ancaman besar hanya dalam rentang waktu yang sangat singkat akibat perubahan lanskap dan aktivitas manusia.
Panda Merah dan Panda Raksasa, Apa Bedanya?
| Karakteristik | Panda Merah | Panda Raksasa |
|---|---|---|
| Nama ilmiah | Ailurus fulgens | Ailuropoda melanoleuca |
| Keluarga | Ailuridae | Ursidae |
| Ukuran | Sedikit lebih besar dari kucing | Jauh lebih besar |
| Warna dominan | Merah kecokelatan, hitam, putih | Hitam dan putih |
| Makanan utama | Bambu | Bambu |
| Gaya hidup | Banyak beraktivitas di pohon | Lebih banyak di daratan |
| Hubungan kekerabatan | Bukan beruang | Termasuk keluarga beruang |
Kesamaan keduanya terutama terlihat pada ketergantungan terhadap bambu dan keberadaan pseudo-thumb yang membantu memegang makanan.
Namun secara evolusi, keduanya berada pada cabang yang berbeda.
Itulah sebabnya menyebut panda merah sebagai “panda raksasa versi kecil” sebenarnya kurang tepat.
Mereka punya cerita evolusi sendiri.
Kenapa Kita Perlu Peduli pada Panda Merah?
Ada kecenderungan manusia memberikan perhatian lebih kepada hewan yang terlihat lucu.
Dalam kasus panda merah, daya tarik tersebut memang membantu membuat lebih banyak orang mengenalnya.
Namun konservasi seharusnya tidak berhenti pada kalimat, “Lucu banget, jangan sampai punah.”
Panda merah merupakan bagian dari ekosistem hutan Himalaya yang kompleks.
Ketika habitatnya dilindungi, yang mendapatkan manfaat bukan hanya panda merah. Hutan tersebut juga menjadi rumah bagi banyak tumbuhan dan satwa lain sekaligus menyediakan jasa ekosistem bagi masyarakat di sekitarnya.
Karena itu, panda merah dapat menjadi semacam pintu masuk untuk memahami persoalan konservasi yang jauh lebih luas.
Kita mulai karena tertarik dengan wajahnya.
Kemudian mengetahui bahwa bambu adalah makanan utamanya.
Setelah itu kita memahami bahwa bambu bergantung pada hutan.
Lalu kita menyadari hutannya sedang terfragmentasi.
Dari satu hewan kecil berbulu merah, percakapannya akhirnya berkembang menjadi persoalan mengenai hutan, pembangunan, masyarakat lokal, perubahan iklim, perdagangan satwa, hingga masa depan keanekaragaman hayati.
Lebih dari Sekadar Hewan Lucu di Internet
Mungkin kita tidak akan pernah melihat panda merah berjalan di hutan Himalaya secara langsung.
Bagi kebanyakan orang, pertemuan pertama dengan satwa ini kemungkinan datang dari layar smartphone. Sebuah video berdurasi 15 detik memperlihatkan panda merah berdiri dengan dua kaki, memanjat pohon, atau tidur sambil menggunakan ekornya sebagai selimut.
Dan sebenarnya tidak ada yang salah dengan itu.
Rasa kagum sering menjadi awal dari kepedulian.
Tetapi akan jauh lebih menarik ketika kita mengetahui cerita di balik wajah lucu tersebut.
Panda merah adalah hasil dari perjalanan evolusi panjang. Ia memiliki tubuh yang dirancang untuk kehidupan di pepohonan, mampu bertahan menghadapi dinginnya pegunungan, memiliki pseudo-thumb untuk memegang bambu, dan menjalani kehidupan dengan strategi penghematan energi karena makanan utamanya tidak memberikan energi dalam jumlah besar.
Di saat yang sama, masa depannya sangat bergantung pada sesuatu yang tidak bisa ia kendalikan: bagaimana manusia memperlakukan hutan tempatnya hidup.
Hewan kecil berwarna merah kecokelatan itu sudah bertahan melewati perubahan dunia selama jutaan tahun. Pertanyaan berikutnya bukan apakah panda merah cukup tangguh untuk bertahan hidup.
Pertanyaannya adalah apakah kita masih memberikan ruang bagi mereka untuk melakukannya.
Referensi
World Wildlife Fund (WWF). Red Panda.
https://www.worldwildlife.org/species/red-panda/
World Wildlife Fund (WWF). Where Do Red Pandas Live? And Other Red Panda Facts.
https://www.worldwildlife.org/resources/facts/where-do-red-pandas-live-and-other-red-panda-facts/
World Wildlife Fund (WWF). How WWF Is Helping Red Pandas in Bhutan.
https://www.worldwildlife.org/news/magazine/summer-2026/how-wwf-is-helping-red-pandas-in-bhutan/
Smithsonian’s National Zoo & Conservation Biology Institute. Red Panda.
https://nationalzoo.si.edu/animals/red-panda
Smithsonian’s National Zoo & Conservation Biology Institute. Is a Red Panda a Bear? And More Red Panda Facts.
https://nationalzoo.si.edu/animals/news/red-panda-bear-and-more-red-panda-facts
IUCN. The IUCN Red List of Threatened Species.
https://www.iucnredlist.org/