shercat – Indonesia kembali mencatatkan pencapaian penting dalam dunia penelitian kelautan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama tim peneliti berhasil mendokumentasikan 18 individu ikan purba Coelacanth (Latimeria menadoensis) di perairan Pulau Talise, Sulawesi Utara. Temuan ini menjadi salah satu penemuan terbesar dalam dua dekade terakhir dan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai habitat utama salah satu spesies laut paling langka di dunia.
Hasil penelitian tersebut dipaparkan dalam Simposium Marine Futures Unlocked 2: From Insight to Impact di Jakarta oleh Prof. Alex Masengi dari Universitas Sam Ratulangi bersama Prof. Augy Syahailatua, Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN. Menurut mereka, penemuan terbaru ini bukan hanya menambah data ilmiah mengenai Coelacanth, tetapi juga menjadi dasar penting dalam memperkuat upaya konservasi laut di Indonesia.
Coelacanth, Ikan Purba Berusia 400 Juta Tahun
Coelacanth dikenal sebagai salah satu “fosil hidup” karena garis keturunannya telah bertahan selama sekitar 400 juta tahun. Spesies ini bahkan sempat dianggap punah bersama dinosaurus hingga akhirnya ditemukan kembali di Afrika Selatan pada tahun 1938.
Di Indonesia, spesies yang ditemukan adalah Latimeria menadoensis, yang pertama kali diidentifikasi di perairan Sulawesi Utara pada 1997. Sejak saat itu, berbagai penelitian terus dilakukan untuk memahami habitat, perilaku, hingga pola reproduksi ikan purba tersebut.
Ditemukan di Pulau Talise
Penelitian terbaru dilakukan di perairan Pulau Talise, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Kawasan laut dalam ini selama bertahun-tahun diyakini menjadi habitat alami Coelacanth.
Dalam ekspedisi kolaborasi antara BRIN, OceanX, dan NHK Jepang, para peneliti berhasil mendokumentasikan 18 individu Coelacanth. Yang paling menarik perhatian adalah ditemukannya 11 ekor Coelacanth hidup bersama di dalam satu gua bawah laut. Jumlah tersebut meningkat drastis dibanding survei pada lokasi yang sama tahun 2009 yang hanya mencatat empat individu.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa Pulau Talise memiliki nilai ekologis yang sangat tinggi sebagai habitat spesies langka tersebut.
Penelitian Berlangsung Lebih dari 20 Tahun
Penelitian mengenai Coelacanth di Indonesia ternyata bukan dilakukan dalam waktu singkat.
Menurut Prof. Alex Masengi, riset telah dimulai sejak tahun 2004. Selama lebih dari dua dekade, tim peneliti telah mengidentifikasi sedikitnya 52 individu Coelacanth di perairan Indonesia, ditambah empat individu lain melalui kerja sama penelitian di Afrika Selatan.
Data tersebut menjadi salah satu basis ilmiah paling lengkap mengenai keberadaan Coelacanth di kawasan Indo-Pasifik.
Temuan Ikan Muda dan Bukti Reproduksi
Selain menemukan populasi baru, peneliti juga memperoleh informasi penting mengenai siklus hidup Coelacanth.
Dalam penelitian sebelumnya di kawasan Teluk Amurang, tim berhasil mendokumentasikan seekor Coelacanth juvenil dengan panjang sekitar 26 sentimeter. Penemuan individu muda tersebut memberikan petunjuk bahwa spesies ini berkembang biak di perairan Indonesia.
Tak hanya itu, melalui teknologi CT Scan, peneliti juga menemukan 22 butir telur di dalam tubuh salah satu spesimen betina. Informasi tersebut menjadi data berharga untuk memahami sistem reproduksi spesies yang selama ini masih sangat misterius.

Penelitian Coelacanth kini tidak lagi hanya mengandalkan penyelaman langsung.
Tim BRIN memanfaatkan berbagai teknologi mutakhir, salah satunya environmental DNA (eDNA). Metode ini memungkinkan peneliti mendeteksi keberadaan spesies melalui jejak materi genetik yang terdapat di dalam air laut tanpa harus menangkap ikan secara langsung.
Teknologi tersebut dinilai sangat efektif untuk mempelajari satwa laut langka yang hidup di kedalaman ratusan meter dan sulit dijangkau manusia.
Jadi Dasar Pembentukan Kawasan Konservasi
Penemuan 18 Coelacanth ini tidak hanya penting bagi dunia akademik, tetapi juga menjadi dasar bagi pemerintah dalam memperkuat perlindungan habitat laut.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah menyerahkan dokumen usulan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan agar perairan Pulau Talise ditetapkan sebagai kawasan konservasi atau taman suaka habitat Coelacanth.
Bahkan, kawasan tersebut diproyeksikan untuk dikembangkan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO karena dinilai memiliki nilai keanekaragaman hayati yang luar biasa.
Indonesia Jadi Habitat Penting Dunia
Temuan terbaru ini semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu negara paling penting dalam konservasi Coelacanth.
Habitat spesies ini di Indonesia diketahui membentang dari wilayah Papua hingga Sulawesi. Dengan populasi yang masih bertahan, Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan salah satu spesies laut tertua yang masih hidup di bumi.
Keberhasilan mendokumentasikan 18 individu sekaligus menjadi bukti bahwa perairan Indonesia masih menyimpan kekayaan biodiversitas laut yang sangat tinggi dan perlu dijaga secara berkelanjutan.
Dorong Riset dan Pelestarian Laut
Bagi para peneliti, penemuan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari penelitian yang lebih mendalam mengenai kehidupan Coelacanth.
Masih banyak aspek yang belum diketahui, mulai dari pola migrasi, kebiasaan makan, hingga dinamika populasi spesies tersebut. Dengan dukungan teknologi modern dan kolaborasi internasional, BRIN berharap penelitian berikutnya mampu menghasilkan informasi yang lebih komprehensif sekaligus memperkuat strategi konservasi laut Indonesia.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa perairan Nusantara masih menyimpan banyak misteri ilmiah yang menunggu untuk diungkap, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga ekosistem laut agar spesies purba seperti Coelacanth tetap lestari untuk generasi mendatang.
Referensi
- BRIN/Humas BRIN (dipublikasikan melalui berbagai media): https://www.brin.go.id
- Good News From Indonesia – https://www.goodnewsfromindonesia.id/2026/07/27/bikin-geger-ilmuwan-18-ikan-purba-coelacanth-ditemukan-di-laut-sulawesi-utara
- Technology Indonesia – https://technologyindonesia.id/teknologi-a-z/ekologi/penemuan-18-ikan-purba-coelacanth-di-pulau-talise-perkuat-konservasi-laut-indonesia/
- Betahita – https://www.betahita.id/berita/12218/pulau-talise-rumah-18-ikan-purba-coelacanth