Komite Tetap CITES Bersidang di Jenewa 2–6 November, Bahas Satwa Liar: Agenda SC81 dan Dampaknya bagi Indonesia


Komite Tetap CITES (SC81) bersidang di Geneva International Conference Centre, Jenewa, pada 2–6 November 2026. Sidang pertama sejak CoP20 di Samarkand ini dihadiri lebih dari 740 peserta dari lebih dari 70 Para Pihak dan 100 organisasi pengamat. Agendanya meliputi kepatuhan negara, perdagangan ilegal, dan keuangan konvensi.

Ringkasan: SC81 sedang berlangsung dan baru memasuki hari ketiga per 4 November 2026. Agenda utamanya: negara yang diperiksa kepatuhannya, perdagangan ilegal gajah dan satwa lain, serta anggaran CITES yang ketat. Hasil akhir belum tersedia, jadi artikel ini memetakan agenda, bukan keputusan.

Apa itu Komite Tetap CITES dan SC81?

Komite Tetap CITES Bersidang di Jenewa 2–6 November, Bahas Satwa Liar: Agenda SC81 dan Dampaknya bagi Indonesia

Komite Tetap CITES adalah badan pengarah konvensi perdagangan internasional satwa dan tumbuhan liar terancam punah di antara dua Konferensi Para Pihak. Komite ini memberi panduan kebijakan, mengawasi anggaran Sekretariat, dan menangani urusan kepatuhan. Sidang ke-81 (SC81) digelar di Jenewa pada 2–6 November 2026.

CITES adalah singkatan dari Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora. Struktur kelembagaannya terdiri dari Konferensi Para Pihak (CoP), Sekretariat, Komite Tetap, serta dua komite ilmiah. Dua komite ilmiah itu adalah Komite Satwa dan Komite Tumbuhan.

Menurut Geneva Environment Network, SC81 juga akan menimbang rekomendasi kedua komite ilmiah tersebut. Keduanya bersidang pada Juli di Jenewa dan menyiapkan saran soal konservasi serta perdagangan berkelanjutan.

Mengapa Sidang SC81 Penting pada 2026?

Layar monitor ganda menampilkan data peta rute perdagangan satwa liar dan grafik kepatuhan negara.

SC81 adalah pertemuan Komite Tetap pertama sejak CoP20 di Samarkand pada akhir 2025. Sekretaris Jenderal CITES Ivonne Higuero menyebut hal ini dalam paparan pra-sidang pada 8 Oktober 2026. Komite kini menilai bagaimana keputusan CoP20 dijalankan di lapangan.

Ketuanya Kristopher Blake dari Inggris. Ia menyebut ini sidang substantif pertama bagi Inggris dalam peran tersebut.

Ada tiga alasan sidang ini layak dipantau:

  • Sanksi dagang. Mongabay mencatat bahwa negara yang tidak memenuhi standar CITES bisa menghadapi larangan perdagangan.
  • Arah CoP21. Panama menawarkan diri menjadi tuan rumah CoP21, tetapi dana perjalanan delegasi masih dibutuhkan.
  • Tekanan anggaran. Sekretariat menyatakan konvensi menghadapi kendala keuangan nyata.

Keputusan SC81 tidak mengikat seluruh dunia seperti keputusan CoP. Namun rekomendasi komite sering menjadi dasar tindakan Sekretariat dan Para Pihak sampai CoP berikutnya.

Jadwal SC81 dalam Waktu Indonesia

Jam tangan diletakkan di atas kalender cetak meja bulan November, menyimbolkan konversi zona waktu internasional.

Sidang berlangsung di Jenewa dengan zona waktu CET. Jakarta berada enam jam di depan Jenewa pada November. Tabel berikut adalah konversi kami dari jadwal resmi Sekretariat.

HariJam Jenewa (CET)Jam Jakarta (WIB)
Senin, 2 November10.30–13.30 dan 15.30–18.3016.30–19.30 dan 21.30–00.30
Selasa–Jumat, 3–6 November09.00–12.00 dan 14.00–17.0015.00–18.00 dan 20.00–23.00

Bahasa kerja sidang adalah Inggris, Prancis, Spanyol, dan Rusia. Siaran langsungnya tersedia di kanal YouTube resmi CITES. Jadwal dapat bergeser jika pembahasan satu item agenda berlarut.

Pendaftaran pengamat sudah ditutup sebelum sidang dibuka, menurut paparan 8 Oktober. Wartawan harus mendaftar lewat formulir akreditasi di laman resmi SC81.

Kepatuhan: Negara Mana yang Diperiksa SC81?

Kaca pembesar digunakan untuk membaca daftar negara yang dievaluasi tingkat kepatuhannya terhadap aturan konservasi.

Urusan kepatuhan memakan porsi besar agenda. Komite memeriksa apakah Para Pihak menjalankan kewajiban dasar CITES, dan bisa merekomendasikan sanksi dagang jika tidak.

Pasal XIII. Komite menilai kemajuan Para Pihak yang sudah berada dalam proses ini. Pada tahap ini komite dapat merevisi rekomendasinya.

  • Ekuador dan Peru
  • Guinea
  • India
  • Laos
  • Nigeria
  • Suriname
  • Bangladesh, Kamboja, Kamerun, dan Republik Demokratik Kongo

Komite juga menerapkan prosedur dipercepat untuk kayu rosewood Afrika Barat (Pterocarpus erinaceus) di seluruh negara persebarannya. Mongabay melaporkan bahwa Kamboja diminta membenahi perdagangan monyetnya, dan regulator menilai pembenahan itu belum tuntas.

Legislasi nasional. Komite dapat mengambil langkah kepatuhan terhadap Afganistan, Belize, Chad, Myanmar, serta Trinidad dan Tobago.

Laporan tahunan. Negara yang tidak melapor tiga tahun berturut-turut dapat dikenai rekomendasi penghentian perdagangan. Afganistan, Djibouti, dan Grenada sudah berada di tahap itu. Batas pelaporan data 2025 adalah 31 Oktober 2026. Sebelas Pihak, termasuk Ekuador, Gabon, dan Nigeria, ikut masuk daftar tiga tahun jika belum melapor.

Rencana Aksi Gading Nasional (NIAP). Para Pihak terbagi dalam tiga kategori.

  • Kategori A: Republik Demokratik Kongo, Mozambik, Nigeria, Togo, Vietnam
  • Kategori B: Angola, Gabon
  • Kategori C: Kamerun, Kongo, Laos, Qatar, Uni Emirat Arab

Perdagangan Ilegal dan Penegakan Hukum: Apa yang Dibahas?

Replika gading dan sampel kayu langka yang diberi label barang bukti di atas meja laboratorium forensik.

Penegakan hukum memuat beberapa topik yang saling terkait. Menurut paparan Sekretariat, laporan penegakan mencakup korupsi, basis data perdagangan ilegal, direktori laboratorium forensik satwa, dan satuan tugas untuk spesies pohon.

Kejahatan satwa liar lewat internet. Dua kajian regional untuk Asia dan Amerika Latin sudah selesai. Kajian untuk Afrika dan Eropa menyusul. Menurut Sekretariat, kajian itu menunjukkan Facebook menampung sebagian besar iklan terkait satwa liar di internet. Komite diminta mempertimbangkan perubahan Resolusi Conf. 11.3 (Rev. CoP20).

Kera besar. Hanya satu negara persebaran kera besar yang menjawab notifikasi Sekretariat. Karena itu penilaian penuh belum bisa dilakukan. Komite diminta menyetujui kerangka acuan satuan tugas penegakan hukum kera besar.

Harimau penangkaran. Laporan berfokus pada pelaksanaan Keputusan 20.189. Rekomendasi khusus negara menyasar Tiongkok, Ceko, Afrika Selatan, Thailand, Amerika Serikat, dan Vietnam.

Kuda laut. Sekretariat menyelesaikan laporan perdagangan ilegal kuda laut global. Laporan itu memuat penelitian lapangan di Senegal dan Vietnam. Komite dapat membentuk kelompok kerja antarsidang untuk topik ini.

Gajah. Menurut Sekretariat, tekanan perburuan gajah di Afrika terus menurun. Nilai PIKE 2025 menjadi yang terendah sejak pemantauan dimulai. Untuk pertama kali, dua spesies gajah Afrika dianalisis terpisah. Temuan ini khusus gajah Afrika, bukan gajah sumatera.

Pembiakan penangkaran Appendix I. Komite diminta menyetujui tiga unit pembiakan komersial: totoaba dari Meksiko, kura-kura dari Italia, dan iguana Fiji dari Kanada. Masing-masing menuai keberatan dari sejumlah negara. Isunya adalah kontribusi pada perdagangan ilegal dan asal-usul legal indukan.

Spesies Laut, Kayu, dan Perizinan Elektronik

Tangan memegang ponsel yang menampilkan kode barcode perizinan elektronik (eCITES) dengan latar belakang pelabuhan kargo.

Selain penegakan hukum, SC81 menerima laporan Ketua Komite Satwa dan Komite Tumbuhan dengan 23 item.

Untuk satwa, ada 16 item. Beberapa di antaranya: kelayakan proses Review of Significant Trade versi adaptasi untuk hiu dan pari, perdagangan karang batu, belut, hiu laut dalam, teripang, dan siput ratu (queen conch). Untuk tumbuhan, ada enam item. Isinya identifikasi kayu, Boswellia, anggrek umbi, dan tumbuhan obat serta aromatik.

Review of Significant Trade (RST) kini memuat 98 kasus kombinasi spesies dan negara. Dari jumlah itu, 72 kasus fauna dan 26 flora, dengan 26 kasus baru. Kajian produksi penangkaran mencakup 54 kasus, dengan 10 kasus baru.

Kayu brazil (Paubrasilia echinata) mendapat item tersendiri. Komite diminta memberi masukan untuk kajian keterlacakan busur, bahan busur, dan stok kayunya.

Di sisi teknis, komite menilai kemajuan sistem izin elektronik (eCITES). Cakupannya mulai dari kode HS untuk kendali berbasis risiko, pertukaran data izin, hingga studi kelayakan pusat data sukarela tingkat global.

Krisis Anggaran CITES: Apa Kata Sekretariat?

Kalkulator digital bersisian dengan pena merah di atas lembar laporan keuangan yang menunjukkan angka defisit kas.

Sekretariat memaparkan kondisi kas 2026 dengan terus terang. Per 31 Agustus, baru 48 persen iuran 2026 yang diterima. Jika tidak ada iuran masuk lagi, proyeksi defisit operasional pada 31 Desember mencapai 2,82 juta (satuan mengikuti slide Sekretariat).

Neraca 2026 bisa seimbang hanya dengan memakai tabungan tahun sebelumnya dan cadangan modal kerja. Saldo akhir tahun tinggal 0,07 juta setelah semua dana tersedia dan dana terbatas dipakai.

Daftar Para Pihak dengan tunggakan di atas US$5.000 per 23 September 2026 memuat puluhan negara. Hal ini tersaji dalam paparan Sekretariat dan menjadi latar bagi agenda pendanaan inovatif.

Komite juga diminta menyetujui kerangka acuan laporan pembiayaan inovatif. Untuk CoP21, Sekretariat menyiapkan panduan penggalangan dana dan pemangkasan biaya penyelenggaraan.

Peta Agenda SC81: 7 Item yang Layak Dipantau

Buku catatan lapangan jurnalis berisi daftar periksa agenda sidang bersisian dengan kartu identitas pers.

Tabel ini adalah kompilasi kami dari paparan resmi Sekretariat dan laman SC81. Ini bukan data survei, dan nomor item merujuk paparan tersebut.

#Agenda (No. item)Yang diminta dari komiteSumber
1Penerapan Pasal XIII (33)Menilai kemajuan dan merevisi rekomendasiPaparan Sekretariat, 8 Okt 2026
2Legislasi nasional (30) dan laporan tahunan (31.1)Mempertimbangkan langkah kepatuhan dan penghentian dagangPaparan Sekretariat, 8 Okt 2026
3Proses NIAP gading (34)Meninjau pelaksanaan dan kriteria pelibatan negaraPaparan Sekretariat, 8 Okt 2026
4Gajah (41 dan 56)Meninjau tata kelola ETIS dan data PIKEPaparan Sekretariat, 8 Okt 2026
5Kejahatan satwa liar lewat internet (37)Menimbang perubahan Resolusi Conf. 11.3Paparan Sekretariat, 8 Okt 2026
6Pembiakan penangkaran Appendix I (53)Menyetujui tiga unit pembiakan komersialPaparan Sekretariat, 8 Okt 2026
7Penyelenggaraan CoP dan keuangan (10 dan agenda keuangan)Menyusun panduan CoP21 dan menilai kondisi kasPaparan Sekretariat, 8 Okt 2026

Apa Kaitan SC81 dengan Indonesia?

Sangkar burung kawat yang kosong dan diberi segel garis polisi di gudang penyimpanan barang bukti sitaan penegak hukum.

Indonesia adalah anggota CITES. Dasar hukum domestik perlindungan satwa, menurut rujukan dalam liputan kami, adalah UU Nomor 5 Tahun 1990. Dalam paparan Sekretariat, Indonesia tidak termasuk Para Pihak yang disebut pada penerapan Pasal XIII.

Meski begitu, tema SC81 punya padanan di dalam negeri. Penegakan hukum lintas wilayah, misalnya, tergambar pada kasus penyelundupan ribuan burung di Tol Lampung. Aparat BKSDA Bengkulu-Lampung dan PJR Polda Lampung mengamankan 1.532 ekor, termasuk 10 ekor satwa dilindungi. Kasus itu bukan agenda SC81, tetapi memperlihatkan jenis tantangan yang dibahas komite.

Soal totoaba, vaquita sebagai mamalia laut paling langka di dunia terancam oleh perburuan totoaba. Meksiko menggelar acara sampingan tentang vaquita pada 2 November di sela sidang.

Tema Hari Satwa Liar Sedunia 2027 diumumkan CITES: “Human-Wildlife Conflict and Coexistence: Shared Spaces, Shared Solutions”. Konflik manusia dan satwa liar di sekitar Sumatra kami bahas di konflik satwa liar di sekitar TNBBS. Angka korban di sana kami kutip dari Lampost.co (Agustus 2025).

Untuk satwa ikonik, agenda SC81 menyentuh harimau penangkaran. Kondisi harimau sumatera di alam liar dan gajah sumatera yang terancam punah tidak menjadi item khusus. Gambaran regulasi domestik tersedia di perkembangan RUU Perlindungan Hewan di Prolegnas.

Cara Mengikuti SC81 Langkah demi Langkah

Cara mengikuti SC81: 1) buka laman resmi SC81 untuk agenda dan dokumen, 2) tonton siaran langsung di YouTube CITES, 3) ubah jam sidang ke WIB, 4) baca dokumen per item agenda, 5) bandingkan dengan ringkasan pengamat, 6) tunggu ringkasan resmi sidang.

  1. Buka laman resmi SC81 di cites.org. Agenda dan hampir semua dokumen sidang terbit di sana.
  2. Tonton siaran langsung. Kanal YouTube CITES menayangkan sidang dalam empat bahasa kerja.
  3. Konversikan jam ke WIB. Gunakan tabel jadwal di atas untuk menyesuaikan zona waktu.
  4. Baca dokumen per item. Contohnya Doc. 37.3 untuk kejahatan satwa liar lewat internet dan Doc. 38 untuk kera besar.
  5. Bandingkan dengan analisis pengamat. EIA dan Species Survival Network menerbitkan rekomendasi untuk SC81.
  6. Tunggu ringkasan resmi. Keputusan final baru tersedia setelah sidang ditutup dan catatan sidang disusun.

FAQ — Komite Tetap CITES Bersidang di Jenewa 2–6 November, Bahas Satwa Liar

Apa itu Komite Tetap CITES?

Komite Tetap CITES adalah badan pengarah konvensi perdagangan internasional satwa dan tumbuhan liar terancam punah di antara dua Konferensi Para Pihak. Komite ini memberi panduan kebijakan, mengawasi anggaran Sekretariat, dan menangani urusan kepatuhan.

Kapan dan di mana SC81 digelar?

SC81 digelar pada 2–6 November 2026 di Geneva International Conference Centre (CICG), Jenewa, Swiss. Ini sidang pertama Komite Tetap sejak CoP20 di Samarkand pada 2025.

Apakah publik bisa menonton SC81?

Bisa. Sekretariat CITES menyiarkan sidang secara langsung di kanal YouTube CITES dalam empat bahasa kerja: Inggris, Prancis, Spanyol, dan Rusia. Pendaftaran pengamat tatap muka sudah ditutup sebelum sidang dibuka.

Apa yang terjadi pada negara yang tidak patuh pada CITES?

Komite dapat mengambil langkah kepatuhan, termasuk merekomendasikan penghentian perdagangan. Aturan CoP menetapkan rekomendasi itu bagi negara yang tidak menyerahkan laporan tahunan tiga tahun berturut-turut.


Ditulis oleh Analisa, redaksi shercat.

Sumber dan referensi: